Apa yang Membuat Walmart Berhenti Mengalahkan Amazon Dalam Belanja Online?

Ditulis oleh: Guest Post on May 2, 2018

Sungguh menakjubkan jawaban dari pertanyaan sulit diatas (jawaban Ron Rule untuk pertanyaan Apa yang menghentikan Walmart dari mengalahkan Amazon dalam belanja online?) pada dasarnya membuktikan, tanpa penulis menyadarinya, mengapa Disruption Theory bekerja. Jawabannya membuat sebuah pandangan yang sangat sempit dari keseluruhan industri ritel dan label menjadi pemimpin di sebuah market/ channel (ecommerce) yang berkembang, di mana semua orang sedang berusaha menuju kesana dalam beberapa dekade berikutnya, hanya untuk “menyombongkan diri”.

Inovasi disruptif (disruptive innovation) adalah inovasi yang membantu menciptakan pasar baru, mengganggu atau merusak pasar yang sudah ada, dan pada akhirnya menggantikan teknologi terdahulu tersebut. Inovasi disruptif mengembangkan suatu produk atau layanan dengan cara yang tak diduga pasar, umumnya dengan menciptakan jenis konsumen berbeda pada pasar yang baru dan menurunkan harga pada pasar yang lama.”

(Sumber: Disruptive innovation – Wikipedia)

Jawaban sebenarnya adalah, Amazon telah menang dalam belanja online. Bukan karena kurangnya upaya dari pesaing, yang mungkin terlalu sedikit terlambat.

Kutipan ini, yang dikaitkan dengan Jeff Bezos, merangkum jawaban mengapa:

Margin Anda adalah peluang saya.

Bahkan dengan pendapatan dan keuntungan besar Walmart (dibandingkan dengan Amazon), itu tidak dapat bersaing dengan raksasa yang dibangun oleh Bezos. Amazon “tidak menguntungkan” karena pilihan. Semua penghasilan dimasukkan kembali ke bisnis, baik ke lebih banyak investasi modal atau untuk menjual produk-produk terkemuka yang mengunci pelanggan atau mendorong pesaing keluar dari bisnis, vertikal demi vertikal, dan pasar ke pasar.

Investasi yang telah dilakukan Amazon selama dua setengah dekade pertama keberadaannya memberi momentum sedemikian rupa sehingga sulit bagi perusahaan lain untuk mengejarnya selama dekade mendatang: technology stack, logistik yang terintegrasi/ supply chain (mereka sekarang bersaing dengan FedEx/UPS), pihak ketiga yang efektif marketplace, customer loyalty (melalui Prime).

Setiap kurva eksponensial berjalan di bawah kurva linear dalam masa pertumbuhan, yang secara tiba-tiba melintasi, melewati atap dan menyentuh langit. Meskipun dalam jumlah absolut Walmart masih lebih besar dari Amazon, hanya satu garis di bawah ini yang naik dan ke kanan:

Diatas semua hal tersebut, dalam beberapa tahun terakhir, Amazon juga memulai physical retail, dengan mengakuisisi Whole Foods dan proyek baru Amazon Go. Berikut adalah analises dari: Konsumen Baru Amazon (Saya sangat menyarankan Stratechery untuk topik technologi+strategi secara umum).

Pada titik ini, kemungkinan besar Amazon pada akhirnya akan mengalahkan Walmart di ritel fisik, daripada Walmart akan mengalahkan Amazon di belanja online. Jika Walmart ingin bertahan hingga akhir abad ini dan tidak tenggelam seperti Sears, Walmart harus membuat strategi yang menciptakan nilai baru bagi masa depan digital yang membuat semua orang terkoneksi dan terpaku pada kenyamanan dan pilihan yang disediakan secara online, tetapi dengan cara yang mengubah investasi besar mereka saat ini di ritel fisik dari kewajiban menjadi aset.

Hal terakhir yang Walmart harus lakukan adalah membangun kloning Amazon. Sekarang ini, Amazon bermain dengan aturan mereka sendiri. Dan tidak ada seorangpun yang dapat menyaingi Amazon dalam permainan mereka sendiri.

 

Baca jawaban aslinya di Quora oleh Pararth Shah, Software Engineer di Google

Comments are closed.